MOTRET.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mengelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 115 Tahun bertempat di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mei Go.

Dalam sambutan Plt Menteri Kominfo RI yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go menyebut seratus lima belas tahun lalu, bara persatuan Indonesia sebagai negara mulai menyala.

Hal ini ditandai dengan meleburnya berbagai gerakan perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi satu barisan yang utuh dengan didirikannya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Sejak saat itu, gerakan perjuangan Indonesia dengan gegap gempita bergerak maju mewujudkan Republik Indonesia sebagai negara yang satu, berdaulat, adil, dan makmur. Didirikan oleh dr. Soetomo bersama para mahasiswa School Tot Opleiding Van Indische Arisen (STOVIA), Boedi Oetomo berdiri untuk mendorong bangsa Indonesia mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain di masa itu.

Baca Berita Lainnya  PD TIDAR Babel Sepakat Gibran Rakabuming Raka menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Di samping itu lanjut Mie Go, Boedi Oetomo juga melandaskan dirinya untuk mengejar 3 (tiga) tujuan yang menjadi cita-cita utama kebangkitan nasional yaitu memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.

“Barisan persatuan yang dibentuk oleh Boedi Oetomo adalah suatu pemantik bagi kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang sulit. Baik pada masa pra-kemerdekaan maupun pasca-kemerdekaan, ” ucapnya.

Baca Berita Lainnya  Bupati Bangka Selatan Apresiasi Kontribusi Insan Pers Bangka Selatan

“Di masa ini, di saat kemerdekaan telah kita raih, barisan perjuangan kita harus tetap rapat, erat, dan terus maju bergerak mengobarkan api Semangat Untuk Bangkit ! demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pada tanggal 5 Mei 2023, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Atau darurat kesehatan global untuk COVID-19 secara resmi di cabut. Kita patut bersyukur karena dunia telah melalui krisis pandemi COVID-19,” sambung dia menambahkan.

Lanjut dia menyampaikan, selama 3 tahun terakhir, di tengah kekurangan tantangan dan masalah yang di hadapi . Barisan perjuangan rakyat Indonesia terbukti tetap erat dalam melaksanakan penanganan pandemi COVID-19 sekaligus untuk memulihkan perekonomian bangsa.