motret.id, Pangkalpinang, 14 Juli 2025— Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya relasi antara Gubernur dan Wakil Gubernur yang dinilai telah menghambat jalannya pemerintahan daerah.

Sekretaris Umum DPD IMM Bangka Belitung, Handika Yuda Saputra, mengatakan konflik berkepanjangan itu bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi menjadi bukti kegagalan moral dalam tata kelola pemerintahan.

Baca Berita Lainnya  PERBAKIN Bangka Selatan Siap Berlaga di Kejurda XII Bangka Belitung 2025

“Ketika pemimpin tak mampu berdamai dengan ego dan menjadikan kepemimpinan sebagai panggung pertarungan kekuasaan, maka mereka bukan lagi pelayan publik,” tegas Handika dalam keterangan pers.

IMM menilai perseteruan terbuka di ruang publik mempermalukan martabat kepemimpinan daerah. Akibatnya, berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat terhambat, padahal warga Bangka Belitung saat ini sangat membutuhkan kepastian arah kebijakan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar.

Baca Berita Lainnya  Momen Kebersamaan Brigadir Yoshua dan Ferdy Sambo

IMM juga menyoroti dampak konflik pada birokrasi. Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai tertekan secara psikologis dan kerap dijadikan objek tarik-menarik loyalitas. Tidak sedikit pejabat yang diberhentikan atau dimutasi sepihak karena dianggap tidak mendukung pihak tertentu, menciptakan suasana kerja tidak sehat dan rawan maladministrasi.