motret.id, BANGKA BELITUNG, 14 Oktober 2025 — Akademisi Universitas Pertiba (Uniper) Bangka Belitung, Adi Suputra, menyoroti kondisi pendidikan dan arah kebijakan publik di Indonesia yang dinilainya kian menjauh dari cita-cita konstitusi. Melalui tulisannya berjudul “Di Negeri Konoha: Mencari Peradaban di Tengah Kekosongan Pendidikan”, Adi menggambarkan fenomena sosial dan pendidikan yang terjebak dalam sistem regulasi yang kaku dan tidak berpihak.

Dalam pandangan Adi, istilah “Negeri Konoha” menjadi metafora bagi negara yang tampak kuat dan beradab, tetapi di balik itu tengah mengalami kekosongan nilai dan rasionalitas dalam mengelola kebijakan publik. “Regulasi hadir bukan untuk memecahkan masalah, tetapi seakan menjadi bagian dari masalah itu sendiri,” tulisnya.

Baca Berita Lainnya  Panen cabai Ponpes Qur'an Cahaya Binaan BI Babel di Hadiri Wakil bupati Bangka Selatan

Adi menjelaskan, secara teori kebijakan publik, negara idealnya berperan sebagai wasit yang menjamin keadilan antara sektor publik dan swasta. Namun dalam praktiknya, negara sering menjadi pemain yang memihak salah satu pihak, menyebabkan distorsi pasar dan ketimpangan sosial. Kondisi ini, menurutnya, memperburuk posisi sektor swasta termasuk perguruan tinggi swasta, koperasi, dan usaha masyarakat yang harus berjuang di tengah birokrasi yang tidak efisien.

Baca Berita Lainnya  Bupati Riza Herdavid Iantik Jabatan Fungsional Tenaga Guru dan Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan

Lebih jauh, Adi menekankan bahwa akademisi dan dunia pendidikan memegang peran penting sebagai penjaga rasionalitas bangsa. Ia menyebut dosen bukan sekadar pengajar, tetapi juga penjaga kesadaran kritis masyarakat. “Di ruang kelas, dosen dan mahasiswa adalah aktor perubahan tempat terakhir di mana bangsa ini masih belajar berpikir jernih,” ujarnya.