2 dari 2 halaman

Adi juga menyinggung masalah politik uang yang telah menumpulkan daya kritis rakyat dan menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai moral demokrasi. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk “kekerasan simbolik” yang membuat rakyat tidak lagi peduli terhadap kualitas pemimpin dan kebijakan publik.

Selain itu, Adi mengingatkan bahwa konstitusi sering kali hanya dijadikan simbol retorika. “Ketika hukum tidak lagi menjadi panglima, negara hukum berubah menjadi negara kekuasaan,” tegasnya.

Baca Berita Lainnya  ASN dan Guru Berprestasi, Terima Penghargaan pada Puncak HUT PGRI dan KORPRI Bangka Selatan

Meski demikian, ia tetap menyimpan harapan. Menurut Adi, selama masih ada akademisi dan mahasiswa yang berani berpikir serta mengajar dengan hati nurani, nyala kecil peradaban bangsa tidak akan padam. “Peradaban tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari pengetahuan yang berani melawan kebodohan dan ketidakadilan,” pungkasnya.