2 dari 2 halaman

“Sawah-sawah yang kami maksud, kita Bekerja sama dengan Dinas terkait berusaha membantu dengan pompanisasi, pembuatan waduk dan sumur bor supaya perairannya lancar dan normal serta bisa membantu mengatasi kekeringan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Risvandika menjelaskan, kekeringan sawah yang dialami disebagian desa di Bangka Selatan masih dalam kondisi standar. Sedangkan luas lahan yang beresiko mengalami kekeringan masih di bawah 50 hektar, namun dengan upaya pendataan awal adalah sebagai upaya untuk mengantisipasi resiko lebih besar.

Baca Berita Lainnya  Tanggap Cepat Dishub Basel Lakukan Pemetaan dan Perbaikan APILL di Kota Toboali

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini Risvandika menghimbau agar para petani menggunakan air untuk persawahan dengan bijak.

“Daerah lahan persawahan yang terancam kekeringan masih di bawah 50 Hektar, itu masih di bawah standar, tapi kita terus berusaha meminalisir supaya tidak mengalami kekeringan di musim kemarau. Setidaknya kita sudah mengantisipasi dulu supaya tidak mengalami kekeringan. Kita menghimbau kepada petani untuk memanfaatkan air maksimal yang masih tersedia secara maksimal,” pungkasnya.

Baca Berita Lainnya  Bangka Selatan Menerima Penghargaan Sebagai Pelopor Penyaluran Dana Desa Terbaik di Babel