motret.id, PANGKALPINANG – Nasib pilu dialami Muhammad Al Fasha, bayi berusia 3 bulan asal Pangkalarang, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang.

Di usianya yang masih belia, Fasha harus menghadapi ujian berat berupa kelainan jantung dan jantung bocor.

Penderitaan ini diketahui sejak dua minggu setelah kelahirannya.

Ibunya, Wahyuni, seorang ibu tunggal yang ditinggalkan suaminya tanpa kabar setelah melahirkan, berjuang sendirian merawat buah hatinya.

Baca Berita Lainnya  Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid Bersama Pj.Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si Gelar Safari Ramadhan 1445 H

Awalnya, kelainan pada jantung Fasha terdeteksi saat ia diperiksakan ke RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang.

Hasil diagnosa menunjukkan ia membutuhkan penanganan medis lebih lanjut dan dirujuk ke RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, Provinsi Bangka Belitung.

Saat ini, Fasha dirawat intensif di ruang ICU dengan ketergantungan pada alat medis untuk bertahan hidup.

Baca Berita Lainnya  7.828 KPM Terima BLT Kesra, Wabup Debby: Penyaluran Harus Tanpa Potongan

Namun, perjuangan Fasha belum berhenti di sana. Untuk menyelamatkan nyawanya, ia membutuhkan operasi di RS Harapan Kita, Jakarta.

Biaya besar yang diperlukan menjadi tantangan berat bagi Wahyuni, yang kini hidup serba kekurangan.

Dulu, Wahyuni bekerja sebagai penjual ikan di tempat pelelangan ikan Pelabuhan Ketapang. Namun, sejak kelahiran Fasha, ia terpaksa berhenti bekerja untuk sepenuhnya merawat anaknya.