Ratusan Warga Datangi Balai Desa Keranggan Mentok Bangka Barat Tolak Tambang Ilegal PIP
Ketua RW Haidir yang didampingi Ketua RT Rusmin dan tokoh masyarakat Mul menyatakan bahwa konflik ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satu warga bahkan mengungkapkan bahwa ketegangan sudah memuncak hingga nyaris terjadi bentrokan fisik dengan senjata tajam di wilayah pesisir.
“Kami tidak ingin keributan yang lebih besar terjadi. Tambang ilegal ini sebaiknya ditutup saja,” ujar seorang warga saat aksi berlangsung.
Warga menegaskan bahwa penolakan ini adalah bentuk pembelaan atas hak konstitusional untuk hidup di lingkungan yang sehat, sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas. Jika tuntutan ini diabaikan, warga mengancam akan menggelar aksi lanjutan ke Kantor Bupati dan Polres Bangka Barat.








Tinggalkan Balasan