Penerangan Pelabuhan Ditingkatkan, Pemerintah Dorong Produktivitas dan Keamanan
Sebagai pelabuhan yang vital bagi perekonomian lokal, masalah lainnya adalah keterbatasan sistem navigasi, yang menyulitkan kapal-kapal yang datang dari muara untuk berlabuh dengan aman. Pembaruan sistem navigasi dan pemasangan penanda serta penerangan yang lebih jelas menjadi langkah yang sangat dibutuhkan.
Sayangnya, meskipun masalah ini sudah disorot banyak pihak, respons dari Syahbandar Pelabuhan Sungai Selan, Yanto, terkesan lambat. Saat dihubungi, Yanto hanya mengungkapkan bahwa kondisi pelabuhan sulit dijelaskan melalui pesan singkat dan menawarkan pertemuan langsung di kantornya. “Waalaikum salam maaf pak, agak susah menjelaskan lewat WA atau telepon. Kalau berkenan mampir saja ke kantor supaya enak ceritanya,” ujarnya pada Jumat (6/6/2025).
Selain itu, banyak pekerja yang bingung dengan keberadaan Pelindo yang sebelumnya mengelola pelabuhan tersebut. “Sekarang Pelindo sudah tidak ada di sini, kantor mereka kosong setiap hari. Kami nggak tahu kemana mereka pergi,” ujar Iwan, seorang pekerja pelabuhan.
Warga sekitar sangat berharap agar fasilitas pelabuhan segera diperbaiki. “Tolong bantu kami bang, agar pelabuhan ini diperbaiki. Jika fasilitasnya lebih baik, kapal-kapal dari luar akan lebih tertarik masuk ke sini, dan perekonomian warga akan semakin baik,” ungkap Umar, salah satu warga yang sangat bergantung pada keberlangsungan operasional pelabuhan.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, perhatian serius dari pihak terkait sangat dibutuhkan agar Pelabuhan Sungai Selan tetap bisa beroperasi dengan aman dan produktif demi kesejahteraan masyarakat setempat. Jika tidak segera ditangani, nasib pelabuhan ini bisa semakin suram, menambah beban bagi para pekerja dan warga yang bergantung pada keberadaannya.(T.JB)








Tinggalkan Balasan