Motret.id, Toboali – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Selatan, H. Andi Kusuma, angkat bicara terkait polemik pagelaran seni dan musik DJ yang digelar di kawasan Simpang Lima Toboali beberapa waktu lalu dan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Menurut Andi Kusuma, DMI menilai persoalan ini dari sisi sosial dan keagamaan. “Secara sosial, kami melihat kegiatan seperti ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan seni dan hiburan masyarakat. Itu pada dasarnya tidak salah. Namun sebaiknya ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan, terutama terkait tempat dan suasananya—apakah memang tepat,” ujarnya.

Baca Berita Lainnya  Pergantian Kepemimpinan Kodim 0432/Basel, Wabup Debby Harap Sinergi Semakin Kuat

Ia menekankan, Simpang Lima Toboali Bangka Selatan adalah ruang terbuka publik yang dikunjungi semua kalangan, termasuk anak-anak. Hal ini dinilai menjadi masalah penting yang harus dipikirkan. “Tentu sangat tidak layak untuk anak-anak. Bagi pengunjung yang agamis juga akan terasa kurang elok,” tambahnya.

Untuk itu, DMI berharap pihak pengelola Simpang Lima dapat lebih bijak dalam merencanakan dan mengelola event. “Artinya tidak hanya berpikir yang penting ramai, rakyat terhibur, dan ekonomi bergerak. Tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan mudaratnya agar semua mendapat keberkahan,” jelasnya.

Baca Berita Lainnya  Benny Supratama Resmi Dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan Bangka Selatan