Merajut Almamater Kampus Tua dengan Segudang Mutiara
Lebih dari sekadar kebetulan, hal ini membuktikan bahwa UNIPER adalah lumbung “mutiara” yang telah berkontribusi besar dalam melahirkan pemimpin dan tokoh politik di Bangka Belitung. Nama-nama seperti Bambang Patijaya, Didit Srigusjaya, Hj. Badri, Samsu Bangun Jaya, dan Abang Herza adalah sebagian kecil dari deretan alumni yang berkiprah di panggung politik lokal maupun nasional.
Namun sayangnya, potensi besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Masih ada sikap apatis di kalangan civitas akademika dan alumni. Minimnya perhatian internal terhadap pencapaian dan peran alumni dalam dunia publik menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk dibenahi.
Pilkada ini seharusnya menjadi momentum kebangkitan UNIPER. Sudah saatnya seluruh elemen—mahasiswa, dosen, dan alumni—bersatu, saling mendukung, dan berperan aktif membangun citra positif kampus. Mendukung kandidat dari almamater bukan hanya soal loyalitas, melainkan bagian dari perjuangan kolektif untuk mengangkat nama UNIPER ke tempat yang lebih tinggi.
UNIPER bukan hanya lembaga pendidikan. Ia adalah simbol, warisan, dan aset sosial-politik yang tak ternilai. Jika dikelola dengan baik, UNIPER mampu menjadi pusat kekuatan intelektual dan politik yang berdampak besar bagi kemajuan Bangka Belitung.
Saatnya bersatu, membesarkan jas kebesaran kita. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan menjaga eksistensi kampus pertama dan tertua di Bumi Serumpun Sebalai ini.
Salam Alumni!
Jaya selalu, UNIPER!








Tinggalkan Balasan