Sidang Pembunuhan Wartawan Pangkalpinang Memanas: Martin Berbelit, Abas Sebut “Dia Otaknya”
Abas juga membeberkan detik-detik terakhir hidup Adityawarman. “Dua kali dipukul pakai balok kayu, kena kepala bagian belakang,” ujarnya di persidangan. Ia mengaku berada di depan korban, sementara Martin disebut berada di belakang saat aksi kekerasan terjadi.
Namun pernyataan Abas pun tak sepenuhnya solid. Saat ditanya lebih jauh soal eksekusi langsung, ia sempat menjawab “Ya,” sebelum kemudian meralat menjadi “Tidak tahu,” memunculkan kontradiksi baru.
Mencari Dalang di Balik Layar
Kasus ini menyedot perhatian publik karena menyangkut profesi korban sebagai jurnalis. Sejumlah kalangan menilai, pengadilan harus menggali secara komprehensif apakah peristiwa ini murni tindak pidana perampokan yang berujung pembunuhan, atau ada motif lain yang berkaitan dengan aktivitas jurnalistik korban.
Majelis hakim kini menghadapi tugas berat: memilah antara kegugupan dan kemungkinan upaya menutupi fakta. Bagi keluarga dan rekan sejawat almarhum, sidang ini bukan sekadar formalitas hukum, melainkan jalan panjang menjemput keadilan.
Persidangan dijadwalkan kembali bergulir pekan depan dengan agenda pendalaman peran masing-masing terdakwa dalam tragedi berdarah tersebut.








Tinggalkan Balasan