motret.id, Bangka Tengah — Penerangan di kawasan Pelabuhan Sungai Selan kini telah mengalami peningkatan signifikan setelah pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memasang lampu-lampu penerangan tambahan di berbagai titik strategis. Langkah ini disambut antusias oleh para pekerja pelabuhan, yang selama ini harus bekerja dalam kondisi minim cahaya terutama saat malam hari.

Langkah ini diharapkan agar dapat meningkatkan produktivitas pekerja sekaligus memastikan keselamatan mereka saat bekerja dalam kondisi minim cahaya.Hal ini disampaikan langsung oleh kepala Diperkimhub Bangka Tengah Fani kepada awak media pada Sabtu (7/6/2025).

Menurut Fani, bahwa pemasangan lampu tersebut merupakan upaya untuk mendukung buruh yang bekerja malam hari. “Dengan adanya penerangan yang cukup, aktivitas di pelabuhan bisa dilakukan dengan lebih lancar, dan tentunya meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar,” jelasnya

Baca Berita Lainnya  Erzaldi Rosman : Fadilah dan Kemuliaan Sholat Subuh secara Berjama'ah

Namun, meski penerangan telah dipasang, sebelumnya buruh sempat mengeluhkan kurangnya cahaya di sekitar dermaga yang menyebabkan mereka kesulitan saat bongkar muat barang di malam hari. “Iya bang, sekarang ada lampunya, tapi kemarin sempat agak gelap karena pulsa listrik habis dan belum diisi paketnya,” ujar salah seorang buruh yang bekerja di pelabuhan.

Sebelumnya, Pelabuhan Sungai Selan Bangka Tengah memang telah menjadi sorotan publik, dengan sejumlah masalah infrastruktur yang cukup serius. Pelabuhan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian ribuan kepala rumah tangga di Kabupaten Bangka Tengah, kini menghadapi berbagai tantangan yang mengancam kelangsungan operasionalnya. Salah satunya adalah kurangnya fasilitas penerangan yang memadai, yang berisiko menyebabkan kecelakaan bagi pekerja yang harus bekerja dalam gelap.

Baca Berita Lainnya  Dampak Kemarau Panjang SPAM Rindik Pasokan Air Bersih Secara Bergilir

Selain masalah penerangan, dermaga yang tidak dilengkapi pengaman seperti bumper juga menjadi penyebab utama benturan keras antara kapal dan dermaga. Benturan ini bukan hanya merusak kapal, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan fatal bagi pekerja yang berada di sekitar area tersebut.